Home

Profil

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Satuan Kerja

Pencarian Data

WhatsApp Image 2019 11 29 at 09.29.30 1WhatsApp Image 2019 11 29 at 09.29.30 1WhatsApp Image 2019 11 29 at 09.29.30 1WhatsApp Image 2019 11 29 at 09.29.30 1WhatsApp Image 2019 11 29 at 09.29.30 1WhatsApp Image 2019 11 29 at 09.29.30 1

Bengkulu – Hari ini , bertempat di halaman Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu digelar upacara dalam rangka memperingati hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 48. Kepala Divisi Pemasyarakatan (Pujo Harinto) beritindak Sebagai inspektur upacara, dan Kasi Kamtib Lapas Kelas IIA Bengkulu (Dadang Suherlan) bertindak sebagai Komandan Apel, Serta diikuti seluruh pegawai di Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu. Jumat (29/11/2019).
Dalam Sambutanya Kepala Divisi Pemasyarakatan membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk HUT Korpri ke-48.
“ Pertamatama, selaku Presiden Republik lndonesia dan Penasihat Nasional KORPRI, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota KORPRI dimanapun saudara berada, baik yang ada di tanah air maupun di seluruh perwakilan Republik lndonesia di Luar Negeri.”
Jokowi, dalam sambutan yang dibaca Kadivpas, mengingatkan adanya persaingan antarnegara di revolusi industri. Persaingan itulah yang sedang dihadapi oleh Indonesia.
"Persaingan antarnegara semakin sengit. Berebut teknologi dan rebut talenta hebat yang digunakan memajukan negaranya. Adanya persaingan tidak harus ditakuti. Namun, Korpri harus menghadapinya dengan mengedepankan kreativitas dan kecepatan. Kita tidak boleh takut. Kita hadapi persaingan dengan cara terobosan baru. Kreativitas kecepatan dan inovasi adalah kunci.”
“Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Bahkan saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat. Hal yang pahit harus kita lakukan. Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita.”
“Kita harus optimis menatap masa depan. Kita harus percaya diri menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Menjadi negara pemenang. Kuncinya adalah kita mau bersatu. Karena itu, saya mengajak pada seluruh anggota KORPRI yang tersebar di seluruh lndonesia menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air.”
Jokowi, masih dalam sambutan yang dibacakan Kadivpas, mengingatkan Korpri untuk tetap berinovasi. Korpri harus melakukan tugas utama sebagai pelayan masyarakat.

"Saya selalu ingatkan, kita harus kurangi seremonial yang rutinitas dan lebih tingkatkan produktivitas dan orientasi hasil. Tugas birokrasi adalah pastikan pelayanan rakyat terlayani," ucap Kadivpas saat membacakan sambutan Jokowi.
Diakhir Sambutannya Jokowi menyampaikan salam hangat kepada segenap anggota KoRPRI. selamat bertugas,dan me Ianjutkan pengabdian dan karya terbaik Saudarasaudara bagi Rakyat, Bangsa dan Negara.

Selesai upacara, Kadivpas mengatakan meskipun ada inovasi, tapi pegawai harus tetap mengikuti prosedur. "Hal itu agar ada tolak ukur untuk standar pelayanan. Sambutan dari Presiden adalah instruksi untuk dilaksanakan bagi semuanya. Jadi setelah saya selesai membacakan, camkan pesan Pak Presiden dan kemudian laksanakan," sebut Kadivpas. (Humas)