Home

Profil

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Satuan Kerja

Pencarian Data

Bengkulu, 6 Maret 2012

Situasi Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia banyak mengalami gejolak, seperti halnya kerusuhan-kerusuhan yang terjadi belakangan ini Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu melaksanakan Dialog  Warga Binaan Pemasyarakatan dengan Aparat Penegak Hukum beserta Unsur Muspida propinsi Bengkulu . Hal ini merupakan tindak lanjut Rapat sebelumnya di Kantor Wilayah pada hari Kamis tanggal 1 Maret Tahun 2012 mengenai antisipasi apabila terjasi kerusuhan yang menimpa Lapas di propinsi Bengkulu.

DSC09979 DSC09988

Dalam Dialog tersebut, hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Kajati Bengkulu atau yang mewakilinya, Kepala Pengadilan tinggi atau yang mewakilinya, DAMDREM Bengkulu, Ka. UPT se-propinsi Bengkulu, pejabat struktural Kantor Wilayah Bengkulu serta Narapidana dan Tahanan Lapas Bengkulu. Dialog tersebut membahas tentang bagaimana kondisi lingkungan dan Warga yang ada di Lapas Bengkulu yang mengalami Overload Kapasitas yang seharusnya dihuni oleh 200 Narapidana tetapi kenyataanya jumlah meningkat 100% lebih menjadi 618 Narapidana dan Tahanan.

DSC09989

Tujuan dari dialog tersebut ialah untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh Narapidana dalam memperoleh hak dan Kewajiban daripada narapidana itu sendiri dan juga untuk mengetahui sejauh mana prilaku Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, sehingga selalu dalam keadaan kondusif dan tidak terjadi huru hara.

DSC09984 DSC09990

Pada kesempatan tersebut, Narapidana maupun Tahanan diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber mengenai kendala narapidana dalam memperoleh Hak nya sebagai manusia dan juga banyak dari narapina memberikan usul atau ide kepada Narasumber terutama kepada pemerintahan Kota Bengkulu dapat bekerja sama kepada Instansi Kebersihan Kota  dengan menggunakan tenaga dari narapidana sebagai pekerjaan paruh waktu. hal tersebut sangat bermanfaat bagi Narapina untuk bekrja dan juga memperoleh upah dari hasil kerja narapidana tersebut serta kerja sama pada pihak Usaha Kecil Menengah atas karya dari narapidana yang dapat dijual melalui pihak UMKM.

Dialog yang berlangsung sekitar 2 jam ini ditanggap sangat baik oleh Kapolda, Kejari, Pengadilan dan Pemerintah Kota Bengkulu. Dengan dilaksanakan Dialolg seperti ini secara Kontinyu dapat memberi informasi terbaru mengenai apa saja kendala yang dialami oleh para narapidana yang ada di Lapas Bengkulu. Sehingga Image Negatif tentang Warga Binaan dapat berkurang.

 

Humas***